Untuk status PTKP: TK/0, TK/1, K/0
Untuk status PTKP: TK/2, TK/3, K/1, K/2
Untuk status PTKP: K/3
Jika karyawan bergabung di tengah bulan, gaji pokok dihitung secara proporsional.
Gaji Prorata = (Gaji Pokok / Total Hari dalam Bulan) × Hari Kerja Efektif
Upah lembur dihitung berdasarkan Upah Sejam dan Jam Lembur yang sudah dikalikan bobot.
Upah Sejam = Gaji Pokok / Pembagi (Default: 173)
1.5 × Jam2.0 × JamContoh: Lembur 2 jam.
Total Jam Dihitung = (1 × 1.5) + (1 × 2.0) = 3.5 jam upah.
| Komponen | Dibayar Perusahaan (%) | Dibayar Karyawan (%) | Dasar Pengali |
|---|---|---|---|
| Jaminan Hari Tua (JHT) | 3.7% | 2% | Gaji Pokok |
| Jaminan Pensiun (JP) | 2% | 1% | Gaji Pokok (Max 12,000,000) |
| Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) | 1.74% | - | Gaji Pokok |
| Jaminan Kematian (JKM) | 0.3% | - | Gaji Pokok |
| BPJS Kesehatan | 4% | 1% | Gaji Pokok (Max 12,000,000) |
Untuk bulan Januari s.d. November (atau masa pajak selain masa pajak terakhir), PPh 21 dihitung menggunakan Tarif Efektif Rata-rata (TER).
PPh 21 = Penghasilan Bruto × Tarif TER
Kategori TER:
Tarif detail dapat dilihat di tab "Tarif Efektif (TER)".
Pada masa pajak terakhir (biasanya Desember atau bulan resign), PPh 21 dihitung ulang setahun menggunakan tarif Pasal 17.
Bruto Setahun - Biaya Jabatan - Iuran Pensiun/JHT Setahun
Neto Setahun - PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)
PPh 21 Terutang Setahun - Total PPh 21 yang sudah dipotong (Jan-Nov)
Potongan dikenakan berdasarkan status kehadiran harian.