Pengaturan Aplikasi

Kembali ke Dashboard
Pengaturan Umum
Pengaturan Aturan Istirahat Otomatis

Aturan diterapkan dari atas ke bawah. Sistem akan menggunakan aturan pertama yang cocok. Pastikan urutan dari durasi kerja terlama ke tercepat.

Jika Durasi Kerja Mencapai (Jam) Maka Total Istirahat Dihitung (Jam) Aksi
Pengaturan Potongan Absensi (Rp)
Pengaturan Bobot Lembur
Pengaturan BPJS & Iuran (%)
Pengaturan Parameter Perhitungan
Besaran PTKP (Tahunan)
Biaya Pengurang (Tahunan)
Tarif Progresif PPh 21 (Pasal 17)

Digunakan untuk perhitungan PPh 21 di bulan Desember.

Batas Atas Penghasilan Kena Pajak (PKP) Tarif Aksi
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%

Untuk status PTKP: TK/0, TK/1, K/0

Penghasilan Bruto s.d. Tarif Aksi
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%

Untuk status PTKP: TK/2, TK/3, K/1, K/2

Penghasilan Bruto s.d. Tarif Aksi
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%

Untuk status PTKP: K/3

Penghasilan Bruto s.d. Tarif Aksi
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Rp
%
Logika & Rumus Perhitungan

Jika karyawan bergabung di tengah bulan, gaji pokok dihitung secara proporsional.

Rumus:
Gaji Prorata = (Gaji Pokok / Total Hari dalam Bulan) × Hari Kerja Efektif
  • Total Hari dalam Bulan: Jumlah hari kalender bulan tersebut (28/29/30/31).
  • Hari Kerja Efektif: (Total Hari dalam Bulan - Tanggal Mulai + 1).

Upah lembur dihitung berdasarkan Upah Sejam dan Jam Lembur yang sudah dikalikan bobot.

Upah Sejam:
Upah Sejam = Gaji Pokok / Pembagi (Default: 173)
Bobot Jam Lembur (Hari Kerja Biasa):
  • Jam Pertama: 1.5 × Jam
  • Jam Berikutnya: 2.0 × Jam

Contoh: Lembur 2 jam.
Total Jam Dihitung = (1 × 1.5) + (1 × 2.0) = 3.5 jam upah.

Komponen Dibayar Perusahaan (%) Dibayar Karyawan (%) Dasar Pengali
Jaminan Hari Tua (JHT) 3.7% 2% Gaji Pokok
Jaminan Pensiun (JP) 2% 1% Gaji Pokok (Max 12,000,000)
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 1.74% - Gaji Pokok
Jaminan Kematian (JKM) 0.3% - Gaji Pokok
BPJS Kesehatan 4% 1% Gaji Pokok (Max 12,000,000)

Untuk bulan Januari s.d. November (atau masa pajak selain masa pajak terakhir), PPh 21 dihitung menggunakan Tarif Efektif Rata-rata (TER).

Rumus:
PPh 21 = Penghasilan Bruto × Tarif TER

Kategori TER:

  • TER A: TK/0, TK/1, K/0
  • TER B: TK/2, TK/3, K/1, K/2
  • TER C: K/3

Tarif detail dapat dilihat di tab "Tarif Efektif (TER)".

Pada masa pajak terakhir (biasanya Desember atau bulan resign), PPh 21 dihitung ulang setahun menggunakan tarif Pasal 17.

  1. Hitung Penghasilan Neto Setahun:
    Bruto Setahun - Biaya Jabatan - Iuran Pensiun/JHT Setahun
  2. Hitung PKP (Penghasilan Kena Pajak):
    Neto Setahun - PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)
  3. Hitung PPh 21 Terutang Setahun:
    PKP dikalikan Tarif Progresif Pasal 17 (5%, 15%, 25%, dst).
  4. PPh 21 Masa Terakhir:
    PPh 21 Terutang Setahun - Total PPh 21 yang sudah dipotong (Jan-Nov)

Potongan dikenakan berdasarkan status kehadiran harian.

  • Alpha / Mangkir: Rp 150,000 per hari.
  • Izin / Sakit Tanpa Surat: Rp 150,000 per hari.
  • Sakit Dengan Surat Dokter: Rp 75,000 per hari.